Seorang Mahasiswa Indonesia di Australia, SABIR, menjadi orang terakhir yang bertemu seorang nenek yang tewas mengenaskan di stasiun Cirqular Quay - Sydney. Sebelum kematiannya, nenek tersebut menitipkan tas berisi wasiat dan potongan segel kerajaan keturunan dinasty Ming. Segel itu menjadi keabsahan ( secara rahasia ) pemerintahan China era modern dan masa depan, yang saat ini di pimpin oleh keturunan dinasti Qhing. Sementara itu, potongan segel lainnya, berada di tangan jurnalis ABC News Australia, Michele. Sabir dan Michele tidak tahu bahwa potongan segel itu akan membawa mereka pada perebutan kekuasaan elit China. Sabir menjadi buronan polisi federal Australia dan mata-mata China, serta kelompok kriminal yang menginginkan uang.
Pemerintah China, yang di kontrol secara rahasia oleh keturunan raja terakhir dinasty Qhing, mengirim mata-mata terbaik dan pasukan elit yang di kawal oleh kapal induk mereka ke Sydney, untuk mendapatkan segel itu. Pemerintah Australia, melalui Perdana Menteri Palmer harus berjuang agar Sydney tidak runtuh. Disaat yang sama, Palmer adalah bagian dari skandal masa lalu yang bisa membuat Sydney bisa jatuh, Palmer adalah ayah biologis Michele, yang dia sembunyikan dari publik Australia. Sydney di ambang keruntuhan dan perang dunia tidak terelakkan. Hanya Sabir dan Michele yang bisa menghentikannya.
| Ukuran | 14.00 x 21.00 |
| Halaman | 301 |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Penulis | Din Santa |
| Penerbit | Elementa Media |
| ISBN | 978-623-501-859-1 |
| e-ISBN | 978-623-501-860-7 |