Hutan bukan sekadar hamparan pepohonan, melainkan sistem penyangga kehidupan yang kompleks dan krusial bagi keseimbangan alam. Buku ini mengupas tuntas urgensi hutan rakyat sebagai benteng terakhir keanekaragaman hayati di tingkat desa, dengan menempatkan burung sebagai bioindikator utama kesehatan lingkungan. Melalui studi kasus di Konservasi Burung Banjarmangu, penulis memaparkan bagaimana keterhubungan antara vegetasi, air, tanah, dan rantai makanan menjadi kunci dalam memulihkan ekosistem yang terancam oleh deforestasi dan perubahan iklim.
Buku ini memandu pembaca memahami bahwa konservasi bukan sekadar urusan para ahli, melainkan gerakan berbasis akar rumput yang mampu menyatukan elemen sosial, hukum, ekonomi, hingga edukasi. Penulis merangkum strategi manajemen habitat, teknik monitoring partisipatif, hingga metode pelepasliaran satwa yang etis, menjadikannya panduan komprehensif bagi masyarakat desa, pegiat lingkungan, dan generasi muda untuk menjaga alam sekaligus mewujudkan kesejahteraan berkelanjutan. Siapkah Anda menjadi bagian dari perubahan nyata dalam memulihkan ekosistem kita demi masa depan yang lebih hijau?
| Ukuran | 14.00 x 21.00 |
| Halaman | 342 |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Penulis | Farid Muldiyatno.,M.T |
| Penerbit | Elementa Media Literasi |
| ISBN | |
| e-ISBN |