"Pikiran tanpa wahyu ibarat mata yang terbuka di dalam gulita, sedangkan wahyu tanpa pikiran ibarat cahaya terang di depan mata yang terpejam. Keduanya diciptakan untuk saling menemukan."
Dunia sedang bergerak dalam kecepatan yang mengerikan.
Kecerdasan buatan mulai meretas kesadaran, rekayasa genetika mendisrupsi kodrat biologi, dan disrupsi digital meruntuhkan moralitas tradisional. Di tengah kepungan abad ke-21 ini, apakah mufasir modern cukup hanya mengandalkan hafalan teks masa lalu yang membeku?
Buku "Filsafat Ilmu: Peta Jalan Epistemologis bagi Mufasir Abad ke-21 dalam Membedah Teks dan Konteks" adalah sebuah manifesto intelektual untuk mendobrak kejumudan berpikir. Melalui 14 bab yang dirajut secara tegas, Penulis mengawinkan pisau analisis Barat dan khazanah Timur secara elegan.
Anda akan diajak melintasi lorong waktu: meragukan taklid bersama Descartes, mengadili batas akal lewat Kant, membongkar manipulasi kuasa teks bersama Habermas, hingga menari dalam dekonstruksi makna Derrida. Namun, perjalanan tidak berhenti pada nihilisme Barat yang hampa. Pada puncaknya, buku ini menyajikan sintesis paripurna: meleburkan ketajaman logika kritis (bahts) Al-Jabiri dengan kejernihan batin serta pancaran cahaya spiritual (zauq) Suhrawardi.
Buku ini adalah undangan terbuka bagi para pembelajar berjiwa merdeka yang bersiap mendekati wahyu Tuhan dengan kerendahan hati intelektual yang sejati, demi membumikan ajaran Islam yang Salihun likulli Zaman wa Makan.
Tantang isi kepala Anda, dan tangkap kembali cahaya pemahaman yang sesungguhnya!
| Ukuran | 14.00 x 21.00 |
| Halaman | 278 |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Penulis | Sayyid Muhammad, S.Ag., Agung Bahroni, S.Ag., Wiqoyatul Hikmah, S.Ag., Arinatul Adlhiyah, S.Ag., Muthi’atul Millah, S.Ag. |
| Penerbit | Elementa Media Literasi |
| ISBN | |
| e-ISBN |