You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

PEMASARAN PENDIDIKAN ISLAM Strategi Jitu Membangun Reputasi dan Keunggulan Kompetitif di Era Digital

Oleh: Trian Hermawan

Rp249,000
Beli Versi Digital
Stock status:
Tersedia
Tanggal ketersediaan: 2026-05-26
Bagikan:

Buku "Pemasaran Pendidikan Islam: Strategi Jitu Membangun Reputasi dan Keunggulan Kompetitif di Era Digital" karya Trian Hermawan lahir dari kegelisahan melihat banyaknya lembaga pendidikan Islam yang berkualitas, namun keberadaannya "tak terlihat" di tengah riuhnya persaingan era disrupsi. Buku ini hadir sebagai panduan strategis dan holistik untuk menjawab dilema para pengelola sekolah yang ingin bersaing secara profesional tanpa harus mengorbankan nilai keikhlasan atau terjerumus dalam komersialisasi.
Berikut adalah sinopsis gagasan utama yang dibahas dalam buku ini:
1. Perubahan Paradigma: Pemasaran sebagai Khidmah dan Dakwah Buku ini mendekonstruksi pemahaman konvensional dengan mereformulasi pemasaran dari sekadar kegiatan "menjual" menjadi bentuk pelayanan (khidmah) dan instrumen dakwah. Pemasaran pendidikan Islam diletakkan di atas fondasi etika muamalah dan sifat kenabian—yakni shiddiq (jujur), amanah (terpercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas). Dengan paradigma ini, lembaga tidak mencari keuntungan duniawi semata, melainkan berupaya mempertemukan keunggulan lembaga dengan kebutuhan umat untuk melahirkan generasi yang berkualitas.
2. Bauran Pemasaran 7P Konteks Pendidikan Islam Inti dari buku ini membedah strategi pemasaran melalui kerangka Bauran Pemasaran 7P yang dikontekstualisasikan khusus untuk nilai dan tantangan pendidikan Islam:
• Produk (Product): Menekankan pada inovasi kurikulum yang mengintegrasikan ilmu umum dan agama (Islamisasi pengetahuan), pengembangan program unggulan seperti tahfidz, serta pentingnya membangun brand equity.
• Harga (Price): Membahas struktur biaya yang transparan, adil, dan strategi subsidi silang dengan memanfaatkan dana sosial seperti ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf).
• Tempat (Place): Menganalisis aksesibilitas lokasi fisik yang strategis, perluasan melalui cabang atau kemitraan, serta pentingnya menjadikan platform digital (website, e-learning) sebagai "tempat" virtual yang beroperasi 24 jam.
• Promosi (Promotion): Mengorkestrasi Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC) melalui iklan digital yang jujur, hubungan masyarakat (PR), dan pemberdayaan duta merek (alumni) tanpa menjatuhkan kompetitor.
• Orang (People): Menyoroti bahwa kualitas layanan sangat bergantung pada kompetensi guru (paduan keilmuan akademik dan keteladanan spiritual), efektivitas pemasaran internal, serta kepemimpinan kepala sekolah yang visioner.
• Proses (Process): Menekankan perlunya simplifikasi alur pendaftaran digital (One Gate System), proses belajar mengajar yang menyenangkan (fun learning), hingga prosedur penanganan keluhan wali murid yang cepat dan empatik.
• Bukti Fisik (Physical Evidence): Pentingnya membuktikan kualitas lewat lingkungan yang bersih dan Islami, desain website/media sosial yang profesional, serta social proof berupa testimoni alumni dan akreditasi.
3. Ekosistem Digital, Loyalitas, dan Filantropi Buku ini juga memberikan panduan adaptasi di era modern, seperti penerapan Pemasaran Digital (optimasi SEO dan Content Marketing Islami) untuk menjangkau generasi milenial dan Gen Z. Selain itu, penulis menekankan pergeseran fokus dari sekadar mencari siswa baru menjadi upaya membangun loyalitas dan memberdayakan jejaring alumni. Secara unik, buku ini menyinergikan pemasaran sosial dengan filantropi Islam (kerjasama dengan LAZ dan optimalisasi ZISWAF) untuk menguatkan citra sekaligus membantu masyarakat dhuafa.
4. Etika Persaingan, Samudra Biru, dan Evaluasi Masa Depan Pada bagian akhir, pembaca diajak untuk menghindari persaingan tidak sehat (seperti kampanye hitam) dan justru membangun keunggulan bersaing dengan menerapkan Blue Ocean Strategy (Strategi Samudra Biru)—menciptakan ruang pasar baru melalui inovasi nilai, seperti mendirikan pesantren entrepreneur atau sekolah alam. Semuanya ditutup dengan kewajiban melakukan audit pemasaran (menghitung ROMI) dan mempersiapkan lembaga menghadapi tren masa depan seperti kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran personal (personalized learning).
Secara keseluruhan, buku ini adalah manual strategis bagi para pemimpin yayasan, kepala sekolah, manajer pemasaran, hingga staf humas pendidikan Islam untuk merumuskan langkah pemasaran yang tidak hanya manajerial dan efektif secara kompetitif, tetapi juga etis dan bernilai amal jariya

Ukuran15.00 x 23.00
Halaman382
Tahun Terbit2026
PenulisTrian Hermawan
PenerbitElementa Media Literasi
ISBN
e-ISBN

Produk rekomendasi