Menjadi ibu adalah perjalanan panjang yang tak selalu dipenuhi tawa. Ada malam-malam sepi yang melelahkan, ada luka akibat perpisahan yang dipaksa sembuh oleh keadaan, dan ada langkah kaki yang gemetar namun harus tetap tegak demi mereka yang memanggil kita "Ibu".
Buku ini adalah rekaman jujur dari sebuah perjalanan yang kulalui dengan kaki gemetar dan hati yang pernah berdarah—tentang malam-malam sepi yang panjang, luka akibat ditinggalkan di tengah jalan, hingga keharusan untuk tetap tersenyum saat siang menjelang. Ini bukan sekadar rangkaian kalimat indah, melainkan potongan nyata dari hidupku yang kurajut dengan doa-doa panjang agar aku tidak tumbang sebelum anak-anakku benar-benar mampu berdiri kokoh di atas kaki mereka sendiri.
Aku menulis bukan untuk menggurui, karena aku pun bukanlah guru kehidupan yang sudah selesai dengan segala luka. Aku hanyalah seorang ibu yang ingin bercerita tentang keajaiban cinta anak-anakku, yang kekuatannya sering kali melampaui nasihat apa pun hanya lewat celoteh sederhana: “Bu, makan dulu biar kuat.” Jika setelah membaca lembaran ini ada satu hati yang merasa ditemani, ada satu ibu yang tidak lagi merasa sendirian, atau ada satu anak yang lebih memahami pelukan tak terlihat di balik perjuangan ibunya, maka buku ini telah menemukan jalan dan tujuannya yang paling mulia.
| Ukuran | 14.00 x 21.00 |
| Halaman | 84 |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Penulis | Widi Hidayati Muhsip |
| Penerbit | Elementa Media |
| ISBN | |
| e-ISBN |