Dusun Kayunan di Banjarnegara menyimpan sebuah warisan yang bernapas. Selama empat dekade, kesenian Rodad "Tamrinul Ihsan" sempat menepi ke dalam sunyi, terhimpit oleh arus zaman dan terputusnya regenerasi. Namun, di balik keheningan itu, ingatan tentang dentum rebana dan syair-syair shalawat tetap hidup, tersimpan rapat dalam memori kolektif para sesepuh dusun yang merindukan kembali masa keemasan tradisi mereka.
Buku ini menuturkan kisah tentang kegelisahan yang memicu kebangkitan. Lewat penggalian sejarah lisan yang mendalam, kita diajak menyusuri kembali napas kebudayaan Kayunan yang kini mulai berdenyut lagi. Dari sowan penuh takzim kepada para kasepuhan hingga pengukuhan resmi pada tahun 2024, Rodad Itu Hidup Kembali adalah sebuah rekaman perjuangan masyarakat dalam menjaga identitas, merajut kembali mata rantai antargenerasi, dan membuktikan bahwa warisan leluhur akan tetap abadi selama ada tangan-tangan yang peduli untuk merawatnya.
| Ukuran | 14.00 x 21.00 |
| Halaman | 115 |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Penulis | Farid Muldiyatno M.T. |
| Penerbit | Elementa Media Literasi |
| ISBN | |
| e-ISBN |